Antara bekerja dan bersenang-senang : menulis dan berbincang

Angkringan HR

Menulis di sela-sela pekerjaan rutin. Di luar job-desc soalnya, hehe...

Di divisi HRGA PT BUMA tempat saya bekerja, ada media sosialisasi project HR dalam bentuk buletin dua mingguan bernama ‘Angkringan HR’. Ide dari Mr. DGM (Deputy General Manager) sendiri yang sepertinya melihat hobi menulis saya. Aseek..

Saat proses pengiriman e-mail edisi ketiga kemarin ke level Managing Director sampai Supervisor, ada beberapa nama yang belum tercantum di sent list e-mail saya. Kemudian beliau menegur via e-mail :

Mr. DGM : “Kok untuk supervisor tidak ada?”

Saya : “Udah kan, Pak? Di e-mail susulan karena supervisor dilampiri PDF edisi 1 sampai 3 sekalian.”

Mr. DGM : “Ok tks, Kabag TC belum.”

[Kabag TC : Training Center Section Head]

Saya : “Inggih, Pak. Sendhika dhawuh..”

[Iya, Pak. Siap menjalankan perintah..]

Mr. DGM : [mulai main wayang]

“Wara Sembodro…

Lha, kowe kok lali… ora ngirimake gaman kang wujud wacan angkringan marang para punggawa-ku TC. Mengko para punggawa aning lapangan bisa2 ora mbiyantu aku ning laga Kurusetra. Lha mengko piye, para prajurit ku bisa pralaya.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Pencinta orisinalitas

child-with-balloonBerikut kebiasaan saya saat memesan sesuatu :

Pesen ke office girl : “Mbak, tolong donk beliin mie ayam. Ngga pake sambel, saus, kecap, daun bawang, dan tauge. Isinya cukup mie, sawi, ayam. Pake kuah ya, Mbak.

Pas beli bubur ayam : “Mas, bubur ayam satu ya. Ngga pake ayam, kacang, krupuk, emping, dan daun bawang. Bubur dan kari aja. Pake plastik ya, jangan stereofoam. Ngga usah dikasih sendok, Mas.”

Beli soto : “Bu, soto donk. Nasinya dipisah. Ngga pake tomat, tauge, kol, kecap, sambel, dan jeruk nipis. Oh, ngga usah ditambahi bumbu bubuk. Suka jadi keruh soalnya. Saya seneng yang bening, garamin aja, Bu. Yang di mangkuk so’on, ayam, dan kuah aja ya.”

Pesen teh hangat : “Mas, teh manis hangat satu. Jangan terlalu panas lho ya. Hangat aja, suam-suam kuku.

Pesen es tebu : “Teteh, beli sari tebu ya. Es-nya dikit aja. Duh duh, masih kebanyakan. Kurangin lagi donk.

Bawel? Hehehe…

Baca entri selengkapnya »

Dalang sering menggunakan manajemen ayam

ki-enthus2

Ki Enthus Susmono dengan Rai Wong-nya

Hal paling pokok yang paling sering terjadi pada dalang adalah manajemen keuangan yang salah. Dalang sering menggunakan manajemen ayam, yaitu langsung menghabiskan uang yang diperolehnya,” ungkap Ki Enthus Susmono dalam salah satu wawancara dengan Kompas cetak.

Dalang yang mengukir prestasi di Rekor MURI sebagai dalang terkreatif dengan jenis wayang terbanyak (1491 wayang) ini bukanlah sosok asing bagi saya.

Dengan Bapak yang seorang dosen jurusan pedalangan di ISI Solo, bertemu dengan seniman terkenal dan para mahasiswa dari luar negeri yang ingin mempelajari warisan seni di Solo selalu menjadi kebanggaan bagi saya.

Sayang sekali, anak-anak Bapak tidak ada yang berminat meneruskan darah seni ini. Kami yang sedari kecil sudah diakrabkan dengan seni tari, karawitan, hingga naik panggung pun tetap tidak terpikir untuk berprofesi sebagai seniman.

Baca entri selengkapnya »